Pages

Jumat, 22 Februari 2019

Hoopvol πŸ‘¨‍πŸ‘©‍πŸ‘§

Pagi itu aku terbangun disamping bunda yang masih terbaring dengan berbagai alat bantu.
Bunda, wanita yang selalu nampak tegar bahkan tak menunjukkan tanda-tanda sakit apapun. Namun nyatanya seulas senyum itu hanya topeng belaka.

Tepat satu bulan setelah hari bertambahnya usiaku, bunda dilarikan kerumah sakit. 
Bunda ternyata sakit yang cukup parah tanpa sepengetahuan aku dan ayah

Salah satu momen yang kurang pas
Karena saat ini keluargaku juga terhimpit masalah ekonomi.
Kalau biasanya ayah yang menjadi tulang punggung, lain halnya keluargaku
Bundalah selama ini yang bekerja keras

Bunda sehari-hari mengajar kumpulan anak sekolah tingkat menengah sedangkan ayah dulunya hanya pegawai swasta yang kini sudah mencapai waktu pensiunnya

Syukurlah dengan berbekal berbagai tunjangan yang Bunda peroleh, hal itu cukup membantu kami saat ini.

Walaupun sebenarnya dokter telah memberikan vonis, kemungkinan bunda bertahan hidup cukup kecil, tapi kami masih berharap terjadi keajaiban jika Maha Kuasa berkehendak

Pikiranku melayang pada waktu lalu saat bertambahnya usiaku, tepatnya 17 tahun. Baik ayah maupun bunda tidak pernah memberikan perayaan semacam pesta, cukup dengan kami berkumpul bersama dan makan disertai kue ulang tahun buatan bunda.

Kala itu bunda dan ayah menatapku sambil tersenyum penuh harap sambil memberikan hadiah. Bunda berkata "Bunda sama ayah ga pernah maksa rindang untuk kelak mau jadi seperti apa, bunda sama ayah cuman berharap apapun itu semoga bermanfaat bagi rindang sendiri dan orang-orang sekitar"

Setelah itu kami akhiri dengan menikmati makanan, dan merayakan ala-ala pesta ulangtahun yaitu tiup lilin, doa serta potong kue.

Perkenalkan namaku Rindang Kurnia Sari
Kalau kata ayah sama bunda arti namaku kurang lebih seperti ini. Rindang berarti banyak, kurnia berarti karunia, dan sari berarti perempuan. Jika disimpulkan maka harapan ayah dan bunda padaku adalah perempuan yang memberi banyak karunia hehe..

Aku adalah anak tunggal
Yang kadangkala merasa sepi ketika ayah dan bunda sedang bekerja.
Kata Ayah, aku ini adalah salah satu harapan besar terutama untuk bunda. Sebab butuh penantian yang cukup lama hingga diriku hadir ditengah-tengah ayah dan bunda.

Selayaknya anak tunggal, meski ayah ataupun bunda tidak pernah secara langsung berucap. Aku tahu diri, mereka menanamkan banyak harapan padaku.

Mengenai hadiah yang diberi saat itu, setelah makan kue aku beranjak ke kamar membukanya. Sebenarnya dari melihat dan meraba sekilas mudah ditebak kalau isinya adalah buku. Yap isinya buku kisah Fatimah Az-Zahra, putri dari Nabi Muhammad SAW.

Setahuku, bunda memang sudah berhijab sedari aku kecil tapi bunda tidak pernah memaksa ku turut melakukan hal sama. Dari buku ini aku paham pesan tersirat apa keinginan dari ayah dan bunda. 

Dua hari sebelum bunda jatuh sakit, yang kebetulan saat itu hari libur.
Sore itu bunda tengah duduk didepan rumah memandang jalan yang penuh kendaraan lalu-lalang namun tetap asri sebab sepanjang jalan dipenuhi tanaman hijau.

Bunda makasih ya hadiahnya hehe kataku. Bunda bilang iya sama-sama nak, bunda harap rindang bisa seperti fatimah tapi atas kemauan dan keinginan dari hati rindang sendiri

Meski ayah sudah pensiun selama kurang lebih 2 tahun, ayah tidak tinggal diam. Kadang-kadang ayah mengumpulkan barang yang rusak lalu diperbaiki.

Perbedaan ayah dan bunda cukup jauh, hal itulah yang membuat ayah pensiun duluan ditambah lagi ayah hanya pegawai swasta. Berbeda dengan bunda yang pegawai negeri.

Kadang aku sedih melihat ayah, aku tau sebenarnya ayah tak enak menjadikan bunda sebagai tulang punggung keluarga. Seringkali kutemui ayah tengah duduk diruang tengah dengan wajah berkerut seperti tengah banyak pikiran 

Satu hal yang aku paling kagumi dari ayah adalah tidak pernah ringan tangan. Semarah-marahnya ayah, hanya lewat omongan dan tidak berlangsung lama. Kalau kata bunda aku wajib bersyukur karna punya ayah yang begitu sabar.
Pernah suatu saat tengah malam, ayahlah yang memprint tugas yang akan ku kumpulkan esoknya. Ayah rela menunggu hingga aku selesai mengerjakan tugas atau kadang membantu ku jika kesulitan.

To be continued

0 komentar:

Posting Komentar