Pages

Sabtu, 08 Desember 2012

Artikel

Ini adalah salah satu contoh artikel semoga bermanfaat guys ;D








Gempa Yogyakarta 27 Mei 2006
Tanggal  27 Mei 2006 pukul 05.53 WIB, gempa bumi berkekuatan 5,9 skala Ritcher (sR) mengguncang sisi selatan pulau Jawa. Gempa tersebut diketahui berpusat di Samudra Hindia, sekitar 33 kilometer sebelah selatan Kabupaten Bantul, Provinsi DIY. Gempa yang berlangsung selama kurang lebih 52 detik ini disusul dengan beberapa gempa susulan dengan skala lebih kecil dari gempa utama, meski demikian gempa susulan dengan skala 5 ke atas juga masih tercatat.
Informasi resmi dari Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tentang gempa tektonik menyebutkan bahwa gempa tektonik tersebut terjadi pada hari Sabtu, 27 Mei 2006, pukul 05.54.01 WIB. Pusat gempa terletak pada koordinat 8,007°Lintang Selatan - 110,286°Bujur Timur (dekat pantai, kurang lebih 25 kilometer barat daya kota Yogyakarta, dan kurang lebih 115 kilometer selatan kota Semarang), dengan kedalaman 17,1 kilometer.
Penyebab gempa bumi 27 Mei 2006, adalah aktivitas sesar mendatar berarah BaratDaya-TimurLaut, berkedudukan N231°E, Dip 86° Slip 3°. Gempa tersebut terjadi pada kedalaman rendah di lempeng Sunda di atas zona lempeng Australia. Gerakan tektonik di Jawa didominasi oleh gerakan lempeng Australia ke arah timur laut di bawah lempeng Sunda dengan kecepatan relatif sekitar 6 cm/tahun.
Gempa bumi itu berdampak langsung terhadap Provinsi DIY dan Provinsi Jawa Tengah. Di DIY, peristiwa tersebut berdampak pada keempat kabupatennya, Bantul, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, dan kotamadya Yogyakarta. Di sebelah barat dan utara Yogyakarta, enam kabupaten di Jawa Tengah juga terkena dampaknya yaitu Boyolali, Klaten, Magelang, Purworejo, Sukoharjo, dan Wonogiri. Dua kabupaten yang paling parah terkena bencana itu adalah kabupaten Bantul, DIY dan kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Dalam hal korban jiwa, gempa pagi hari yang membangunkan warga Yogyakarta dan sekitarnya itu menewaskan lebih dari 5.700 orang, melukai puluhan ribu orang dan menghancurkan ratusan ribu rumah. Karena masih tergolong pagi hari, gempa ini membuat banyak orang terperangkap di dalam rumah khususnya anak-anak dan orang tua. Tak heran jika mayoritas korban merupakan orang yang berusia lanjut dan anak-anak yang kemungkinan tidak sempat menyelamatkan diri ketika gempa belangsung.
Berdasarkan informasi data terbaru yang diterima dari Yogyakarta Media Center pada tanggal 7 Juni 2006, jumlah korban mencapai 5.716 orang tewas dan 37.927 orang luka-luka.
Pemerintah Indonesia menanggapi bencana itu dalam jangka waktu beberapa jam kemudian dan mengalokasikan Rp 5 triliun dan bantuan kemanusiaan bagi korban gempa Jogja dan DIY. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tiba Yogyakarta beberapa jam setelah gempa terjadi dan berpindah kantor di Gedung Agung Yogyakarta sejak tanggal 27 Mei 2006 hingga 31 Mei 2006 untuk memonitor upaya pengiriman bantuan dan penganggulangan bencana alam. Badan Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana (Bakornas) yang dipimpin oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla melaksanakan koordinasi awal pengiriman bantuan dan upaya penyelamatan.


0 komentar:

Posting Komentar