Pages

Minggu, 30 Desember 2018

Angin di Penghujung Tahun




Jakarta, 29 Desember 2018



Kalau ada hari yang paling ku nanti.
Maka hari itu adalah salah satunya.
Walau rasanya hidup sudah diambang batas, dengan segala ujian yang ada.
Aku masih bertahan dan akan terus bertahan.

Mungkin bagian sebagian orang
Apa yang kuinginkan saat itu adalah hal yang sudah sangat amat mainstream, tapi bagiku berbeda.
Aku ingin jalan-jalan. Bebas. 
Meski saat itu buat makan aja sangat teramat irit.

Yah.
Dengan berbagai perencanaan yang setengah matang.
Namun pada akhirnya memang tak semua terealisasi.
Layaknya manusia biasa yang hanya bisa sekedar berencana kan?

Malam itu, aku juga kembali menguras emosi.
Ditempat orang-orang berkumpul memanjatkan doa kepada-Nya.
Pikiranku melayang.

Padahal aku berharap, sekali saja. Aku bisa berusaha pura-pura lupa.
Aku ingin semua terlihat baik-baik saja.
Tanpa air mata.
Tanpa rasa sesak di dada.
Nyatanya begitu sulit.

Kadang kala apa yang kita pikirkan baik
Belum tentu baik untuk yang lain.
Perlu sebuah penjelasan, untuk hanya sekedar menyamakan persepsi.

Yah 
Sayangnya itu tidak ada dalam pilihan untukku.
Aku hanya mampu bungkam.
Diam.
Harus menerima hal yang tak kuinginkan.

Yang dalam setiap penerimaan
Kadang kala seseorang butuh waktu untuk bersiap
Tapi entah kapan diri ini akan siap
Tak tahu
Tak tentu
Tak jelas

Kepada angin
Terima kasih atas segala udara hidup darimu
Kepada kedua temanku, 
Terima kasih sudah menemani perjalanan saat itu ๐Ÿ’™



Salam sayang penuh cinta


Hae

0 komentar:

Posting Komentar