Bogor, 31 Desember 2018
▶️Usai Disini- Raisa
Demi menuntaskan setumpuk rindu.
Akhirnya kita berjumpa
Namun sayangnya tak semanis yang aku harapkan.
Bukan salahmu.
Ini sepenuhnya karena aku sangat menghargai dirimu
Aku hanya takut membuatmu kecewa lebih dalam dari ini.
Kita yang awalnya memutuskan berkomitmen
Tanpa terucap ikatan
Kita seperti dua orang yang sedang menjalankan sekenario peran
Kamu berperan protagonis
Aku berperan antagonis, sepertinya.
Man
Aku lebih suka menyebutmu itu.
Man artinya lelaki
Kilas balik awal kita bertemu
Kira-kira sekitar lima tahun lalu
di sebuah tempat bimbingan belajar
Karna sebuah keberuntungan
Kita jadi sekelas hehe
Aku tidak tau sebenarnya
Apa ini bisa disebut sebuah relationship?
Yah, kita jalani saja
Baik aku maupun kamu
Kita sama-sama tidak pernah menuntut untuk selalu berkabar
Entah kita sedang menahan ego masing-masing
Atau sedang berupaya berpikir lebih dewasa
Bahwa
Setiap orang punya kesibukan masing-masing
Setiap hubungan tidak harus mengekang satu sama lain
Setiap hubungan harus diiringi rasa saling percaya
Tentang Long Distance Relationship
Walau kita berada di pulau yang sama
Jarak cukup jauh memisahkan
Dan kita sedang berada di fase semangat membangun karir dan masa depan
Man
Kamu terlalu kaku layaknya kanebo๐
Sulit tuk kuajak bercanda
Tapi terkadang, menyelipkan perhatian-perhatian kecil
"Ati-ati"
"Kabarin kalau udah nyampe"
"Jangan sering tidur kemaleman"
Kita sedang sama-sama berjuang
Kamu berjuang dalam pekerjaan
Aku berjuang mencari pekerjaan
Kamu tak pernah henti menghiburku
Tak pernah mengeluh
Kala aku selalu saja bercerita atau mengeluh tentang aku yang bosan menganggur
Kamu juga tak pernah mengeluh
Tentang aku yang suka kebanyakan menghayal
Kamu bilang "setiap orang punya impian"
Tapi
Lagi lagi aku ingin bertanya
Apakah kita ini bisa disebut relationship?
Aku tak mengapa diabaikan
Entah.
Aku merasa ini hal yang wajar
Kala kamu sibuk dengan pekerjaannya
Mungkin terdengar aneh
Tapi aku menikmati setiap keadaan ini
Aku selalu menanti dibutuhkan
Namun itu bukan berarti kamu lupa
Ada kewajiban dan tuntutan yang kamu lakoni kan?
Selintas aku teringat....
Aku tergelitik bertanya padamu
Kenapa tak mengikuti jejak sang ayah dan kakak masuk ke sekolah kedinasan akuntansi
Padahal yang kutahu, kamu juga amat mahir dalam bidang hitung-hitungan
Jawabanmu cukup sederhana
Setiap orang punya impian dan keinginan masing-masing. Kamu ga mau jadi bayang-bayang orang lain.
Aku terhenyak.
Berbeda denganmu.
Aku malah berusaha sebisa mungkin mewujudkan harapan dan keinginan dari orangtuaku
Kita juga pernah berdebat.
Ngga parah amat sih.
Terkesan lucu malah. Begini
Kamu dengan kesibukan kantor
Seakan selalu lupa ada yang menanti kabarmu
Namun
Aku selalu paham dan siap untuk dikesekian kalikan dalam prioritas
Kukira waktu istirahat dapat ku gunakan mencuri perhatian mu
Tapi ternyata tetap saja. Pun dirimu luang mungkin benar-benar digunakan untuk rehat sejenak dari rutinitas sejak pagi
Pukul 12:00
Me: Man
Hingga waktu beranjak senja, tak kunjung ada balasan darimu
Biasanya memang dia baru akan menjawab saat benar-benar telah selesai dari hiruk-pikuk kerjaan dan sudah berada dirumah
Namun kali ini tak biasanya. Waktu menunjukkan pukul 20:00
Rasanya aku hampir bosan memegang hp menanti balasanmu
Man calling....
F: Ran, maaf ya baru nge cek pesan hehe
Baru nyampe rumah ini, tadi kerjaan banyak trus agak macet pas jalan balik
R: "Oh iya gapapa kok.
Rasanya aku sudah hampir hafal dengan segala kesibukan lelaki satu ini.
Kamu tapi istirahat kan tadi? Inget jaga kesehatan juga ya
F: iya tapi emang cuman bentar sih
R: yaudah bersih-bersih gih, baru nyampe kan. Jangan lupa shalat baru istirahat
F: iya iya, ntar aja tapi. Masih pengen ngobrol sama kamu Ran
R: dih, aku juga sibuk :p gantian ah sama kamu
F: loh hahaha, sibuk baca novel atau ga nonton pasti ya?
Tawanya begitu terdengar renyah diseberang sana
R: iya dong, sekali-sekali kan kamu biar ngerasain gimana aku biasa nunggu :p
F: oh jadi pengen bales dendam gitu? Nadanya agak sinis
R: ya engga juga, tapi gimana ya bilang nya hahaha
F: hmmm, yaudah lanjutin sana. Jangan tidur larut. Jangan kebanyakan baca dari hp juga, nanti mata kamu ga sehat. Udah dulu ya. Assalamualaikum
R: waalaikumsalam
Ah kemarin tepat kurang lebih sebulan
Terima kasih Man!
Untuk semua momen yang begitu manis.
Bukan sekedar manis aja. Bukan pula manis banget. Tapi manis yang bikin nyaman ๐
You deserve all the happiness in the world.
With๐
Ran

0 komentar:
Posting Komentar