Dramaga, Bogor 25 Oktober 2018
"Ada yang berupaya melupakan, ada pula yang ingin hidup dengan kenangannya"
(Zhi dalam Mawar Biru)
Kalian pasti pernah mengalami masa dimana orang-orang yang ada di masa lalumu muncul kembali. Yah, hal itu juga kualami sejak kelas 3 SMA seingatku.
Aku lupa tepatnya kapan, tapi setidaknya ada 3 orang yang datang kembali. Mereka sama sekali tidak pernah terpikirkan olehku. Karna yah... Aku pada waktu itu cuman bertegur sapa sebagai layaknya teman biasa.
Orang pertama, sebut saja dia "Z".
Kejadian awalnya waktu aku pulang sekolah. Seperti biasa ayahku yang menjemput, kita melewati jalan biasa. Aku merasa aneh. Seperti ada yang mengikuti. Akhirnya setelah kutengok, benar adanya. Seseorang yang kuingat teman semasa sekolah dasar, tapi aku lupa namanya siapa.
Jujur aku memang mudah lupa, terlebih pada itu aku sudah SMA dan dia teman SD ku. Tapi setidaknya aku masih bisa mengenali wajahnya.
Sesaimpainya depan rumah, dia cuman tersenyum dan berlalu. Pada waktu itu, aku memang sedang gencar-gencarnya mengumpulkan kontak teman-teman masa lalu. Selang beberapa hari, tiba-tiba ada notifikasi pesan. Yah itu dia. Katanya dia mendapatkan nomor ku dari "K". Hingga berlanjutlah kita kontak-kontakan.
Tepatnya pada hari lebaran Idul Adha, dia mengirimkan pesan selayaknya broadcast hits dihari raya. Aku membalasnya dengan ucapan yang sama. Kemudian dia mengirim kan pesan "aku sebenarnya suka kamu dari dulu". Respon yang kuberikan biasa saja, kupikir itu cuman bercanda. Lagi pula kalau pun itu benar, toh udah lama banget kali. Tapi dia membalas seperti ini "nggak, ini beneran. Aku suka kamu dari dulu tapi kupikir itu cuman cinta monyet karna kita masih kecil. Ternyata sekarangpun aku masih suka. Kamu mau gak jadi pacarku?"
H-ello. Aku jujur ga percaya sama hal tersebut hahaha. Entah kenapa hatiku berkata begitu. Akhirnya, dia aku tolak. Namun, kita masih tetap kontakan. Sampai pada akhirnya dia jujur, kalau sebenarnya dia memiliki pacar tapi sedang LDR. Dari ceritanya, dia bertemu pacarnya itu melalui sosmed dan belum pernah bertemu sama sekali. Katanya mereka sudah janjian nanti diawal tahun.
Aku memposisikan diri sebagai pendengar yang baik. Kupikir ga ada salahnya kan. Oh iya waktu itu aku belum memiliki gadget yang canggih, masih menggunakan pesan biasa. Hingga saat aku kehabisan pulsa, kupinjam hape milik teman untuk memberitahunya.
Keesokan harinya, teman yang dipinjam bilang kalau ternyata "Z" ngajak kenalan dan ketemuan. Dia bakal datang kesekolahku. Disitu aku udah mulai agak ilfil gimana ya. Mereka baru kenalan loh, terus ngajak ketemuan.
Dia beneran datang. Ku cuman melihatnya dan berlalu. Kuputuskan menyudahi kontakan dengannya.
Namun seminggu kemudian, temanku bilang dirinya ditembak sama "Z".
Itu kayak qwerttyhopadbsj oh my God '-'
Seriusan dia aneh banget.
----------------------------------++++++++++++++++---------------------------------
Ceritanya aku sudah menjadi mahasiswa. Terakhir kontakan dengan Z, aku cuman mengirim pesan mengenai sikapnya yang begitu aneh dan keluh kesah dari temanku. Cukup sampai disitu.
Di perantauan ini ku mulai kisah baru yeah!
Aku tak memiliki keluarga sama sekali disini. Benar- benar sendiri.
Hingga bertemu dengan sesama perantau. Kisahku dimulai.
Semua bermula dari ajakan salah satu teman untuk ikut kumpul dengan perantau yang lain. Aku notabennya cuman bisa diam kala belum akrab dengan orang-orang. Disaat perkenalan pun, aku berbicara seadanya. Hingga waktu liburan semester tiba. Kami pulang ke kampung halaman masing-masing dan mengadakan kunjungan ke sekolah-sekolah untuk memperkenalkan kampus kami.
Aku sebenarnya ragu untuk ikut, tapi karna ada rasa tidak enak dengan yang lain akhirnya kuputuskan ikut. Acara kunjungan itu cukup melelahkan, mungkin salah satu penyebabnya karna jumlah kami memang sangat sedikit. Kami berjumlah 8 orang kala itu dengan 6 cowo dan 2 cewe termasuk aku.
Salah satu kesalahan kami adalah mulai berkunjung saat menjelang istirahat siang. Jadi kami harus memaksimalkan waktu yang ada sebelum bel berbunyi. Kunjungan ini berlanjut hingga malam hari. Kenapa? Karna sekolah yang terakhir kita kunjungi jaraknya cukup amat jauh. Jalan yang penuh belokan disertai dengan udara yang dingin.
Aku jadi inget percakapan kita kala dimobil π. Posisi aku duduk ditengah pojok pas dibelakang teman yang mengendarai mobil. Saat itu salah satu teman yang duduk disampingku bilang "Ran, jangan dekat-dekat ya. Kita bukan muhrim". Aku menanggapi nya dengan malas "iya udah sana jauh-jauh". Sampai perjalanan yang tak tau sudah di mana, aku ketiduran. Pundak kiriku terasa berat, saat ku tengok ternyata sang bukan muhrim tertidur. Ingin berkata kasar .... Kasarrrrrrr hahahaha
Sebelum tiba ditempat tujuan, kami menyempatkan mampir berfoto-foto. Dari situ ada teman yang lain yang tiba-tiba bilang "Rani ternyata ga sepolos yang kita kira ya. Bawel juga ternyata". Yayaya '-' aku memang gini anaknya
Aku ga pernah menduga itu adalah awal kedekatan ku dengan dia. Dia yang mengendarai mobil. Sebut saja dia "i". Jujur aku nyaman sama dia, bisa dibilang dia adalah alasan aku pernah tidur tengah malam dan bangun pukul 2 atau 3 hanya karna ada notifikasi pesan line darinya. Tapi kami cuman sebatas teman, ga lebih.
Karena saking kita sering bercanda, obrolan kita kadang kesana kemari ga jelas. Salah satu yang aku ingat seperti ini
I: ran lagi ada kelas ga?
R: ga, kenapa emg?
I: wih enak dong
R: biasa aja sih, tp mayan buat istirahat
I: aku bosen nih, nunggu jeda
R: yailah makan kek, jalan kek
I: mau makan ama siapa?
R: yakali dikelas mu ga ada cewe-_-
I: ada sih tapi dia ga masuk kategori kriteria mamaku
R: wkwkwkw emang gimana kriteria nya?
I: yang satu daerah maunya biar dekat. Ya kayak kamu cocok deh kayaknya
Coba ... Cewe mana yang ga baper kalau digituin. Hahhhh, jangan buat nyaman-nyaman kalau cuman singgah ya. Seusai itu, aku coba berpikir rasional aja. Dia cuman bercanda ah. Jangan diambil hati.
Salah satu fakta yang cukup mengagetkan adalah dia ternyata punya pacar. Hmmm, makin makin kan aku sadar dirinya.
Aku mencoba biasa aja setelah itu. Lalu dengan seenaknya si "Z" muncul kembali ke peradaban. Dia datang dan menyatakan kembali cintanya. Yang berakhir ku tolak lagi. Aku benar-benar tidak merasakan feel apapun dengannya. Ditambah ilfilku pada dia belum hilang.
Kisahku dengan i berakhir karna suatu hal. Aku ga akan bahas disini hehe. Cukup aku, dia dan temannya yang taulah.
----------------------------------++++++++++++++++---------------------------------
Setelah itu, ku menyibukkan diri dengan berbagai kegiatan kepanitiaan dan kuliah. Hingga mencapai titik jenuh dan bosan di awal semester 8. Saat itu sudah tak ada kuliah, aku sibuk dengan penelitian. Iseng-iseng aku install sebuah aplikasi chat anonim. Tanpa ada foto dan hanya bermodal nama samaran.
Dari sana aku bertemu seseorang yang terpaut 5 tahun lebih tua dariku. Aku memanggil dia om π. Sebenarnya aku ga pernah berpikir bakal bertahan lama dan move chat dari aplikasi itu. Tapi kita nyambung saat ngobrol, bisa dibilang satu prinsip dan pandangan untuk beberapa hal. Dan yang paling aku salut adalah dia amat sangat jujur, baik, blak-blakan, dan selalu ngajarin aku mandang suatu hal dari sisi yang berbeda. Sebut saja dia "D".
Awal dia ngajak move chat bilangnya karna mau upgrade hape dan mau ngehapus aplikasi chat. Aplikasi chat itu memang setiap 24 jam bakal otomatis ngehapus obrolan dan kita ga mungkin bisa ketemu lagi sama orang yang dichat sebelumnya karna id kita ga keliatan.
Aku sampai buat akun baru karna diajak move chat haha. Dia bekerja disalah satu bandara Jakarta, hobi makan, masih jomblo π dan songong. Kita ngobrol banyak hal dari yang ga penting sampai agak penting. Dia suka ngatain aku kodoklah, ikanlah karna aku anak biologi katanya. Dari hasil ngobrol, aku jadi tahu dia pernah magang di salah satu jurusan kampusku, sampai mesjid pun dia tahu wkwk.
Aku jadi ingat waktu itu lagi nginep karna penelitian. Dia ngechat.
D: Gue laper ah mau makan
R: mau dong makanan
D: sinilah, deket rumah gue ada gado" enak banget, tar gue beliin sampai puas deh, mau bawa pulang juga boleh
R: serius nih? Halah ngomong doang pasti
D: iyalah
Terus dia langsung nge share lokasi rumahnya yang sebenarnya ga jauh dari sini.
Itu bukan kali pertama dia ngajak kerumah. Sebelum juga pernah. Sehabis dia upgrade hape, dia ngechat. Kalau tidak salah ingat hanya berelang 10 menit dari chat terakhir sebelumnya.
R: kok cepet ama si
D: Pakai wifi kantor cepet
R: bolehlah kapan-kapan numpang wifi hehe
D: ngapain jauh kesini? Dirumah aku aja wifinya bisa nyampe 2 petak samping rumah
R: wih menarik, tapi masa iya cuman wifi doang kesitu-_-
D: yaudah ntar gue gelarin tiker diteras dah wkwkwk
R: dih ntar kalau ortu mu nanya gimana?
D: yaudah ntar aku kenalin sekalian minta mama aku buatin kue
Aku dan dia saat diobrolan menggunakan "gue-lu". Walau kita umurnya berbeda jauh. Risih katanya pakai bahasa sopan, biar santai ya biasa aja.
Komunikasi itu terjalin kurang lebih hampir 2 bulan. Setelahnya dia menghilang. Terakhir kali, aku hanya menyampaikan ucapan belasungkawa perihal Bundanya yang menghadap ke sang Illahi.
----------------------------------++++++++++++++++---------------------------------
Orang kedua dari masa lalu muncul. Kali ini dia berasal dari masa putih abu-abu ku. Sebut saja dia "A"
Dia adalah orang terpintar di sekolah. Ketua kelasku tepatnya. Namun aku kurang begitu mengenalnya secara mendalam. Hal yang terakhir ku tau dia pacaran dengan anak sekelas yang entah sejak kapan mereka putus.
Kala itu aku berada di semester 7. Tiba-tiba dia mengirimkan pesan di line, menanyakan kabar. Jujur aku kurang begitu suka dengannya, karna semasa sekolah ada suatu hal buruk yang kuketahui tentangnya.
Kami tidak bertukar pesan secara intens. Hanya saat dia mengirim kan pesan, aku menanggapi. Anehnya dia terkadang mengirim kan pesan dengan kata "sayang" π. Lalu menyatakan kalau dirinya sempat tertarik denganku pada waktu awal-awal masuk sekolah.
Aku sekali tidak percaya akan rasa yang ada pada masa lalu~
Entahlah. Terlalu sulit untuk menerimanya. Singkat cerita, saat itu grup kelas sedang rame membahas pernikahan. Aku yang hanya muncul dengan mengirim kan emoji, di mention oleh dia. Dia menanyakan kapan diriku menyusul, yang ku respon dengan "nanti kalau ada yang melamar saat wisuda".
Padahal itu hanya kuanggap bercanda. Tak ku sangka dia serius dan akhirnya mengirimkan pesan personal. Yang pada waktu itu akupun cukup tau. Diawal-awal dirinya mengirim kan pesan, dia memiliki pacar. Yah .. aku tau dari akun instagramnya. Dia sempat mengupload foto pacarnya itu.
Dia mengirim pesan begini
A: anak-anak digrup kenapa si bahas nikah?
R: yaudah emang udah waktunya kali
A: kamu serius tuh, pas wisuda beneran mau? Wisudanya kapan?
R: hahaha, ga tau
A: serius, kalau aku ngelamar kamu gimana?
R: udah kuliah aja si yang bener dulu
A: padahal tinggal jawab ya/tidak
R: hmmmm
A: emang rumah kamu dimakassar dmn?
R: *aku sebutkan alamatnya*
A: oh iya. Pulang kapan?
R: belum berencana pulang. Lebih tepatnya ga berencana hahaha
A: loh kenapa emang?
R: gapapa. Hanya ga mau.
Kurang lebih seperti itu. Dia dengan orang pertama masa laluku mirip. Sama-sama tidak menarik bagiku. Bukannya mau sok-sokan, tapi ada hal yang tidak kusuka darinya. Dia kadang memaksa aku mengirim kan foto. Untuk apa coba?
Lalu pernah dia tiba-tiba mengirim kan pesan, yang menurut ku sangat tidak pantas dia tanyakan padaku sebagai perempuan. Walaupun sebagai anak biologi, hal itu sebenarnya lumrah untuk dibahas. Namun berbeda rasanya kalau orang yang jurusannya tidak menyangkut kesana.
Akhirnya aku menyudahi berkirim pesan dengannya. Yang ku ingat aku bilang "hah aku tuh kasian sama kamu, nakalnya telat. Kamu diketawain tau pas aku cerita ke anak-anak yang lain. Dia cuman merespon "lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali".
----------------------------------++++++++++++++++---------------------------------
Orang ketiga. Dia cukup unik walau awalnya tak terlintas dipikiran~. Sebut saja dia "S"
Kita pernah saling berkirim pesan. Namun aku lupa membahas apa hehe...
Terhitung cuman sekitar dua kali soalnya.
Cerita ini spesial edisi lebaran idul adha baru saja.
Aku mengupload gambar yang menerangkan betapa lamanya diri ini tak kunjung pulang. Dia mengomentari "wkwkwk". Akhirnya ku balas
R: dih, kamu ga kangen apa sama aku?
S: gimana coba mau kangen. Liat muka kamu aja ga pernah
R: oh iya ya hahhaa. Trus aku harus gimana? Ngirim foto?
*aku lupa balasannya apa :(*
Aku lupa detailnya seperti apa percakapan itu. Yang kuingat dia menanyakan kenapa aku tak kunjung pulang. Apa sudah nyaman disini? Katanya.
Sebenarnya aku disini juga ingin menjelaskan. Anak mana yang tak rindu rumah. Namun sejatinya, kadang kala harus ada ego yang dikalahkan saat masalah itu menyangkut ekonomi. Kalian pasti pahamkan yang kumaksud hehe.. oke skip aja ~
Aku menjawab dia begini
R: aku lg ngerjain skripsweet. Walau sebenarnya ga manis, ada masalah sama dosen
S: masalah apa tu?
R: ada slek lah
S: slek apa?
R: ituloh pembersih bayi semacam sunlight
S: lah hahaha
R: serius hahaha, tau ga?
S: ga haha
R: yeh, bentar aku cariin fotonya
*Kemudian ku kirimkan fotonya*
S: serius amat haha
R: iya karna dimainin itu ga enak ya kan?
S: kamu anak sb?
R: sb apaan?
S: sbmptn
R: oh bukan snmptn. Kenapa emang?
S: biasanya anak snmptn ga serius amat
R: lah apa nyambung nya?
S: iya kan mereka anak-anak cerdas.
R: hmmm menurutku malah anak snmptn itu lulus karna beruntung. Tapi Aamiin semoga beneran cerdas. Btw aku mau nanya sesuatu
S: apa?
R: kamu tuh sekarang kerja atau kuliah?
S: dulu kuliah. Tapi sekarang udah ga. Mamaku lagi ngurusin ijazah. Trus om aku nawarin kerja *aku lupa lagi jelasnya gimana*
R: wah enak dong kerja
S: iya tapi nanti bulan 12 kayaknya
R: mantul lah
S: iya kerja dulu baru cari cewe
R: haha bener
S: apa cewenya kamu aja biar ga ada yang mainin lagi?
R: hahaha jangan main-main
S: aku cuman main game kok. Ga mainin cewe
Capek betewe ngetiknya πͺ
Obrolanku dengannya cukup panjang hingga dirinya menanyakan alamat rumahku di Makassar. Aku memberitahunya, menyuruh main aja kerumah. Hingga obrolan itu kesana dan kemari. Pertanyaan sama pun terulang. Kapan aku pulang?
Aku bilang bakal pulang kalau mama aku ngasih tau ada yang datang kerumah. Dia nanggepin katanya aku ngayal -_-
Yasudah cukup segitu.
Aku sempat bercerita ke teman yang pernah dekat dengannya. Katanya S pernah punya pacar dan putus. Mungkin udah move on, jadinya ke aku.
Hal itu buat aku mikir ah jangan-jangan kemarin cuman bercandaan dan pelarian. Untungnya ga pake perasaan pas nanggepin :")
Sekarang dia ga muncul lagi ~
Kata temanku mungkin dia lagi narik-ulur biar tahu gimana responku.
Terserah lah dia maunya gimana. Aku tidak ingin ambil pusing lagi
Okey...
Itu dia akhir kisahku.
Oh iya aku ingin memberi tahu, dipercakapan diatas "R" adalah aku.
Terus kenapa judulnya hembusan angin lalu ditengah kabut?
Karena
Karenaaaaa
Ditengah kabut maksudnya aku masih dalam masa atau tahap pencarian yang sejati, namun ditengah pencarian itu aku menemui beberapa orang, sedangkan hembusan angin lalu itu orang-orang yang dari masa lalu muncul kembali.
"Manusia itu punya dua part dalam kehidupannya, part kebahagiaan dan part kesedihan. Semua itu datang bergantian. Tidak ada seseorang yang dalam hidupnya terus menerus merasa bahagia atau terus menerus merasa sedih. Hanya bagaimana dia melibatkan ALLAH dalam setiap part kehidupannya". ( Kutipan dari Assalamualaikum Calon Imam)
0 komentar:
Posting Komentar