Laili
Yah itu panggilanmu padaku.
Kala itu aku belum mengenalmu kak. Begitupun sebaliknya. Dan seenaknya saja kakak mengganti namaku, tapi aku senang hihi.
Kamu yang beberapa hari ini muncul dalam mimpiku. Apa mungkin karna aku rindu?
Sayangnya kita terpisah kan oleh lautan yang membentang luas. Aku di Jawa. Kakak di Riau.
Tak hanya itu, kita juga sudah sangat amat lama lost kontak.
Begini mulanya.
Saat itu aku adalah mahasiswa semester 3 yang baru memasuki kawasan jurusan. Sepertinya takdir yang membawamu padaku Kak. Pada waktu pembagian laboratorium, ternyata kita seruangan.
Entah ini bisa disebut rasa atau bukan. Kaka selalu datang menghampiri meja ku yang terletak paling belakang. Duduk menetap disampingku atau hanya sekedar berdiri dibelakangku. Aku jadi salah tingkath. Apalagi pas kuis dimulai, aku yang jarang belajar jadi takut dapat nilai jelek dan itu kakak lihat.
Hampir setiap praktikum kakak terus seperti itu. Sampai suatu saat, kakak tanya siapa namaku?
Namun belum sempat kujawab, kakak malah bilang Laili ya?
Hah🙄 bukan jawabku.
Tapi kakak tetap memaksa memanggil seperti itu.
Yasudah pikirku. Terserah gimana nyamannya Kakak aja.
Ternyata teman-teman lain pun beberapa jadi manggil aku Laili. Yang semula itu semua dari kakak. Aku ingat, bahkan pada saat ujian praktikum kakak ngenalin aku ke teman kakak dengan nama Laili.
Kakak selalu ngebantu kelompokku. Kakak ingat ga waktu itu ngebantuin aku mewarnai?
Kakak juga ga pernah protes kalau aku takut salah bedah, yang jadinya diganti sama teman lain hehe.
Tapi semua tak semanis itu Kak. Ternyata teman dekatku suka sama kakak dan aku baru tahu hal itu diakhir. Bahkan katanya dia sering chattingan sama kakak. Walaupun aku tahu, kakak adalah tipe orang yang cuek banget.
Dari situ aku udah menyatakan mundur Kak. Usaha temanku mendekati kakak terlihat begitu jelas dimataku. Teman kakak juga kadang meledek kala temanku itu lewat. Aku jadi memperhatikan gerak-gerik kamu kak. Respon darimu bisa dibilang biasa saja pada temanku. Berbeda pada saat dekatku atau hanya perasaan ku saja?
Kakak selalu tertawa dan senyum di dekatku.
Diakhir-akhir jadwal praktikum, rasanya aku ga ingin semua ini berakhir. Tapi aku tau Kakak ingin segera bebas juga. Ingin lulus. Kak inget ga waktu pas kuis, rekan kakak bilang kalau nyontek dan nengok kanan-kiri. Nanti kakak tepuk pundaknya.
Tapi belum juga mulai kakak malah berdiri dibelakangku dan nepuk pundakku pake kertas. Ih kesal -_-
Sampe aku bilang ke kakak "bahkan kakak ada dibelakang aku banget. Gimana coba cara nengok kanan-kiri.
Kakak cuman tertawa
Ah aku kangen masa-masa diperhatiin Kak. Aku minta maaf tidak menghadiri wisudamu. Aku sedang dirumah saat itu. Tapi ini seperti karma bagiku, sekarang aku wisuda tepat dimomen saat Kak wisuda. Akhir UAS, yang diyakini bakal sangat sepiiiiii.
Terakhir aku berusaha nyari kontak kakak. Walaupun kita berteman di ig, tapi tidak ada aktivitas sama sekali darimu kak. Aku pernah iseng mengetik id linemu. Ketemu, tapi ternyata itu akun lama. Setelah kucoba, eh bener itu akun baru kakak. Aku add. Terus sudah begitu saja.
Aku ga tahu gimana kabar kakak sekarang. Doaku, semoga kakak sehat selalu, panjang umur, karir dan pekerjaannya lancar. Sebenarnya aku juga mau bilang, ditunggu undangannya Kak. Tapi rada ga rela haha. Semoga yang terbaik selalu menghampiri kakak
Aamiin
With luv
You'r Laili 💙
0 komentar:
Posting Komentar