Pages

Sabtu, 27 Oktober 2018

Sempat Memiliki Rasa ?

Hai, aku kembali.
Kali ini akan tulis kisah ku dengan dia. Dia yang kukenal hanya dalam waktu singkat. Tepatnya hanya seminggu.
Salah ku menjadi seorang perempuan yang mudah terbawa rasa. Entah walau itu hanya berasal dari gurauan singkat.
Kisah ini berawal pada saat aku tengah magang disalah satu tempat di Bogor. Kawasan yang cukup jauh dari hiruk-pikuk kota, namun sejuk. Sekitar 25 hari lamanya aku disana.
Aku bertemu dengannya di hari kedelapan magang. Kala itu aku kebingungan, aku ditugaskan mencari beberapa orang. Salah satunya adalah dia. Yang ternyata dia adalah orang sangat amat penting bagiku.
Selama magang, aku bekerja di dua lokasi. Gedung utama dan workshop. Awal mulanya aku bekerja digedung workshop kurang lebih seminggu. Setelahnya aku pindah ke gedung utama.
Diawal perkenalan, dia sangat cuek dengan berbicara seperlunya. Kala tidak sengaja berpapasan pun, hanya sekedar lewat. Namun lama kelamaan, aku jadi semakin paham. Dibalik semua itu dia sangat baik.
Tadinya aku bukan berada dibawahannya, tapi semenjak pindah ke gedung utama aku seperti berpindah tangan padanya. Yaa... Karna itu adalah keahlian dan bidangnya.
Dihari pertama, dia membantuku. Hasilnya gagal. Akupun pulang dengan harapan esok pasti bisa lebih baik dari hari ini. Namun ternyata keesokan harinyapun sama. Tapi ada satu hal yang cukup mengagetkan buatku, ternyata dia sempat marah. Hal itu kutahu dari orang lain.
I: ran, tadi kamu digosipin loh
R: kenapa emang?
I: katanya kak E tuh bilang "si rani kalau mau dibantuin jangan kemana-mana. Ngikutin aku aja"
R: lah lah .-. gimana mau ngikut coba, kan ada waktu nunggu tuh, dia nya gabung ama teman. Aku pergi lah

Tak terasa seminggu telah berlalu. Namun aku masih belum saja mendapatkan hasil yang bagus. Hingga pada akhirnya dia juga merasa lelah denganku. Sampai dia bertanya "Ran masa udah 5 hari belum ada hasilnya".
Yang berakhir aku harus jalan sendiri.

Kala itu aku sedang mengambil bahan ...
E: Gimana ran ? Udah bisa?
R: belum tau kak hehe. Masih nyoba
E : semangat!

Aku merasa sudah terlalu lelah. Sudah hampir 2 minggu, namun hasilnya masih nihil. Saking sudah stressnya aku sampai tidak nafsu makan.  Sampai dia pun yang mencoba mengerjakan dari awal prosedur hingga akhir hasilnya pun sama. Aneh tapi nyata. Sebelumnya dia selalu mengerjakan itu baik-baik saja padahal.
Aku tak hentinya mencoba, hingga suatu hari dia ternyata tidak ada. Dia sakit katanya. Aku jadi merasa bersalah, jangan-jangan itu karna dia membantuku. 
Tapi tidak ada hal lain yang bisa ku lakukan. Memberi ucapan cepat sembuhpun juga tak bisa. Aku ga punya kontak dia

Selama dia tidak ada, aku dibantu temannya. Kurang lebih 3 hari, akhirnya dia muncul kembali. Dengan wajahnya yang masih agak pucat. Aku tidak sengaja menatap keruangannya dan bertemu hingga kami saling bertatapan. Sudah~~~
Saat itu ada bahan yang habis, aku masuk ke ruangannya. Dia menegur ku dan bertanya mau ambil apaan. Pada akhirnya, dia membantu ku lagi. Ada rasa tidak enak sebenarnya, tapi yasudahlah.
Dia mulai menimbang dan meracik hingga usai. Ditengah-tengah itu kita sempat berdebat.

E: ini bahannya, bawain ya. Nanti kakak yang buatin
R: iya kak
Sampai ditempat nimbang aku kena omel. Itu karna bahan itu berbahaya. Harusnya pakai sarung tangan dan menyiapkan wadah untuk meletakkan alat itu. Aku yang ingin mengelak dengan alasan kak E menyuruh tanpa memberi tahu, pada akhirnya hanya diam. Setelah itu...
E: Ran, ambilin wadah yang kecil aja
R: iya kak
....
R: Kak, ga ada wadahnya 
E: ah masa sih, awas ya kalau kaka cek terus ada
R: ish yaudah sana liat
E: ini ada banyak malah, kamu gimana si
R: kan tadi kaka mintanya yang kecil -_- kalau itu emang udah liat dari tadi
E: *nyengir*
R: kak maaf ya aku udah nyusahin, aku bakal ngikutin kaka terus ni hehe

Dia terus berjalan...
Dia sama sekali tidak membiarkan aku menyentuh bahan itu. Tiba-tiba ada kaka bawahan aku sebelumnya.

H: Ran liatin tuh kak E caranya, jangan liatin orangnya kamu mah
R: iya kak ini liat nimbangnya kok.
Terus kak H dan E saling liat-liatan sambil senyum misterius

Ah, aku tidak paham arti pembicaraan mereka. 
Hingga sisa satu bahan lagi yang perlu dicampur dan itu terletak dilemari bawah.
Dia menyuruhku mengambil nya, tapi karna kesulitan dia akhirnya membantu ku lagi. Adegan ini persis ala-ala di film yang kalau ada barang jatuh terus mau diambil sama dua orang bersamaan.

Oke skip-skip hihi...
Akhirnya magangku telah usai. Dihari terakhir, aku bertekad ingin berfoto dengan dia. Alhamdulillah tercapai walau ada adegan yang cukup membuatku senyum-senyum sendiri. Begini.
Ditengah-tengah foto sebenarnya dia tidak ada diruangan. Sampai salah satu temannya berkata "nih ada kak E, ada rani tuh didalam lagi foto-foto". Aku bingung, malu tapi mau foto dengannya. 
Aku dengan bodohnya berkata "udah ah kak, udah jam pulang".
Temannya menyaut "lah Ran ini kak E baru datang, lagian kenapa kamu tiba-tiba mukanya jadi merah gitu ciyeee"
Hahaha keliatan banget ekspresiku ya. Yaudah yaudah, akhirnya kami berfoto.

Aku pulang ke Dramaga.
Dengan membawa sepucuk kenangan darinya. Hmmm aku jadi penasaran dan memfollow instagramnya, yang akhirnya difolback walau itu butuh kurang lebih aku 5kali follow-unfollow dirinya. 
Namun akhir cerita memang tak selalu manis. Dengan jiwa stalkerku, aku lihat kamu juga ternyata memfollow anak magang kampus lain. Anak itu aku akui sangat amat cantik dariku, apalagi dia tidak memfollow kamu balik.

Yah berakhir sudah ceritaku dan dia.
Terima kasih semuanya. Walaupun sempat ada rasa. Sekali lagi ku tegaskan, kata temanku aku ini hanya sang pengagum. Pengagum yang sangat amat mendalam hingga sebenarnya tak mampu membedakan mana rasa kagum, sayang, cinta, dan rasa ingin memiliki.

Sekali lagi terima kasih kamu!
Sempat Da raSa (SDS)


0 komentar:

Posting Komentar