Disaat semua orang ingin dekat dengan kerabatnya. Aku malah sebaliknya. Aku terlanjur nyaman disini, di kota hujan. Aku yang sejatinya tidak begitu menyukai hujan, kini menjadi penanti datangnya rezeki itu. Kan katanya hujan itu rezeki.
Nyaman bukan berarti suka. Definisi nyaman untukku berbeda. Disini aku jauh dari orang-orang, bebas berekspresi dan melakukan apa saja. Jangan kalian pikir ini negatif ya. Setidaknya disini, kalau aku ingin menangis tidak akan ada yang bertanya kenapa?
Karena terkadang diwaktu-waktu tertentu tiba-tiba saja ingin. Mungkin juga karna merenungi suatu hal. Entah
Aku bebas ikut kegiatan tanpa ada pertanyaan mau kemana? sama siapa? pulang jam berapa? Atau mungkin bakal ditelpon dan dicari karna belum pulang saat udah larut. Ya... Aku ingin kebebasan. Namun bukan berarti sebelumnya aku ga bebas. Ketahuilah, apa yang menurut kita ga bagus bukan berarti dimata orang lain pun sama. Aku cukup tau bagaimana khawatir nya orang tua kita, apalagi pada anak perempuan. Makanya jangan menyalahkan sikap orang tua kita.
Suatu waktu saat jauh seperti ini, aku rindu pada perhatian itu. Meski sebelumnya, aku tak suka. Rasanya waktu begitu cepat berlalu kan?
Waktu kecil, kita belum berpikir kelak besar mau jadi apa? hidup akan seperti apa?
Namun saat dewasa, sepertinya hampir setiap waktu aku ngerasa pikiran penuh pertanyaan besok akan bagaimana? apa lagi yang perlu dilakuin setelah ini?
Dan setiap harinya seperti itu.
Setelah melewati satu tahap rasanya beban pikiran akan berkurang, tapi ternyata itu ga bertahan lama. Akan ada hal lain yang perlu dipikirkan. Selanjutnya bakalan seperti apa?
0 komentar:
Posting Komentar