Aku adalah golongan makhluk hidup yang sebenarnya bosan mendengar kata cinta. Tapi selayaknya manusia biasa, kita memang ditakdirkan untuk mencintai dan dicintai.
Jika disuruh memilih mencintai atau dicintai, kalian bakal milih yang mana?
Aku sih tim dicintai hehe.
Kenapa?
Soalnya, mencintai itu butuh ekstra lebih kesabaran dan keikhlasan. Levelnya diatas dicintai pokoknya.
Pernah kok aku diposisi mencintai
Itu... rasanya nano-nano. Kalau perasaan mu terbalas pasti manis, tapi jika sebaliknya pasti semar mesem kan ๐ถ.
Resiko mencintai itu amat banyak. Tapi yang paling pasti adalah bersiap kala rasamu itu tak terbalas , bertepuk sebelah tangan atau yang fatalnya mencintai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain.
Terlebih jika dirimu adalah perempuan.
Kata orang perempuan selalu mikir pakai perasaan dan hati. Beda dengan laki-laki yang mikir pakai logika.
Aku sebagai perempuan, jujur saja punya rasa gengsi yang amat tinggi untuk memulai. Jika mencinta maka akan diam. Tak berani berucap. Namun secara tidak langsung akan tergambar lewat tingkah laku ku.
Dan kebanyakan dari kisahku berakhir semar mesem. Itulah mengapa aku memilih dicintai.
Baik dicintai atau mencintai, memang punya +/- masing-masing.
Dicintai juga sama ga enaknya kalau kita tidak bisa membalas perasaan seseorang tersebut. Akan ada rasa bersalah dan kasihan.
Tapi ..
Terlepas dari semua itu, kita bisa ambil sisi positifnya. Orang datang ke hidup kita itu bukan tanpa alasan bisa jadi untuk mengajarkan sesuatu (Alnira 2018). Hal itu tak ada bedanya dengan perasaan kan?
Saranku teruntuk kalian yang dicintai.
Jika ingin menolak, cobalah rangkai kata terlebih dahulu. Karna perkataan itu sering kali menyakitkan. Maka sebaiknya kita juga belajar cara menjaga perasaan. Anggap saja itu sebagai penghargaan atas keberanian ungkapan rasa seseorang.
Sedangkan untuk kalian yang belum berbalas
Begini.
Anggap saja perasaan mu itu adalah sebuah ujian dari Maha membolak-balikkan Hati.
Kalau kamu bertanya dimana Allah saat kamu diberi ujian. Ingatlah guru selalu diam saat ada ujian (Mornita 2018)
Singkatnya
Kita semua pasti akan bahagia, walau ga bersama dengan seseorang yang kita mau. Allah selalu tahu mana yang terbaik ๐
Walaupun terkadang aku sendiri juga mengakui. Sulit merelalisasikan kalimat diatas hehe.
Happy weekend ๐
Salam hangat
-Nan-
Jika disuruh memilih mencintai atau dicintai, kalian bakal milih yang mana?
Aku sih tim dicintai hehe.
Kenapa?
Soalnya, mencintai itu butuh ekstra lebih kesabaran dan keikhlasan. Levelnya diatas dicintai pokoknya.
Pernah kok aku diposisi mencintai
Itu... rasanya nano-nano. Kalau perasaan mu terbalas pasti manis, tapi jika sebaliknya pasti semar mesem kan ๐ถ.
Resiko mencintai itu amat banyak. Tapi yang paling pasti adalah bersiap kala rasamu itu tak terbalas , bertepuk sebelah tangan atau yang fatalnya mencintai seseorang yang sudah menjadi milik orang lain.
Terlebih jika dirimu adalah perempuan.
Kata orang perempuan selalu mikir pakai perasaan dan hati. Beda dengan laki-laki yang mikir pakai logika.
Aku sebagai perempuan, jujur saja punya rasa gengsi yang amat tinggi untuk memulai. Jika mencinta maka akan diam. Tak berani berucap. Namun secara tidak langsung akan tergambar lewat tingkah laku ku.
Dan kebanyakan dari kisahku berakhir semar mesem. Itulah mengapa aku memilih dicintai.
Baik dicintai atau mencintai, memang punya +/- masing-masing.
Dicintai juga sama ga enaknya kalau kita tidak bisa membalas perasaan seseorang tersebut. Akan ada rasa bersalah dan kasihan.
Tapi ..
Terlepas dari semua itu, kita bisa ambil sisi positifnya. Orang datang ke hidup kita itu bukan tanpa alasan bisa jadi untuk mengajarkan sesuatu (Alnira 2018). Hal itu tak ada bedanya dengan perasaan kan?
Saranku teruntuk kalian yang dicintai.
Jika ingin menolak, cobalah rangkai kata terlebih dahulu. Karna perkataan itu sering kali menyakitkan. Maka sebaiknya kita juga belajar cara menjaga perasaan. Anggap saja itu sebagai penghargaan atas keberanian ungkapan rasa seseorang.
Sedangkan untuk kalian yang belum berbalas
Begini.
Anggap saja perasaan mu itu adalah sebuah ujian dari Maha membolak-balikkan Hati.
Kalau kamu bertanya dimana Allah saat kamu diberi ujian. Ingatlah guru selalu diam saat ada ujian (Mornita 2018)
Singkatnya
Kita semua pasti akan bahagia, walau ga bersama dengan seseorang yang kita mau. Allah selalu tahu mana yang terbaik ๐
Walaupun terkadang aku sendiri juga mengakui. Sulit merelalisasikan kalimat diatas hehe.
Happy weekend ๐
Salam hangat
-Nan-

0 komentar:
Posting Komentar